Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Media Israel melaporkan bahwa Mesir tengah bernegosiasi dengan Prancis untuk memperoleh bukan hanya kapal selam serang kelas Barracuda, tetapi juga hak transfer teknologi dan pembangunan lini produksi kapal selam tersebut di galangan kapal Alexandria.
Menurut laporan media Israel Kikar, Kairo menginginkan kedaulatan teknologi penuh, termasuk kemampuan memproduksi sendiri kapal selam Barracuda versi konvensional serta hak untuk mengekspornya ke negara lain. Jika terwujud, langkah ini berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan militer di Laut Merah dan Laut Mediterania.
Mesir Ingin Jadi Produsen Kapal Selam
Mesir disebut tidak sekadar ingin membeli produk jadi dari Prancis. Pemerintah Presiden Abdel Fattah el-Sisi menargetkan pembangunan industri kapal selam nasional yang mampu memproduksi kapal selam canggih secara mandiri.
Kairo juga dikabarkan menekan Prancis dengan membuka opsi kerja sama dengan negara lain seperti Korea Selatan melalui kapal selam KSS-III atau bahkan model kapal selam modern China Type 039A.
Pesan Mesir kepada Prancis dinilai cukup jelas:Jika Paris tidak bersedia mentransfer teknologi, Kairo dapat beralih ke Beijing atau Seoul.
Mengapa Barracuda Penting?
Kapal selam Barracuda dikenal sebagai salah satu kapal selam paling senyap dan sulit dideteksi di dunia. Mesir tertarik pada kemampuan operasionalnya yang memungkinkan kapal bertahan lama di bawah air serta membawa rudal jelajah yang dapat menyerang sasaran strategis dari jarak ratusan kilometer.
Menurut analisis media Israel, kemampuan seperti ini akan memberikan Mesir "tangan besi" baru dalam menghadapi tantangan keamanan di Laut Merah dan Mediterania Timur.
Kekhawatiran Israel
Laporan tersebut menyebut Israel memantau perkembangan ini dengan sangat serius.
Selama bertahun-tahun, keunggulan angkatan laut Israel dianggap sebagai salah satu pilar keamanan strategisnya. Kehadiran kapal selam Barracuda di tangan Mesir dikhawatirkan dapat:
-
Meningkatkan kemampuan deterensi strategis Mesir.
-
Mengurangi kebebasan manuver Israel di Mediterania dan Laut Merah.
-
Mengubah keseimbangan kekuatan laut di kawasan.
-
Mendorong lahirnya kekuatan maritim Arab terbesar dalam beberapa dekade terakhir.
Ambisi Menjadi Kekuatan Laut Regional
Saat ini armada laut Mesir terdiri dari sekitar:
-
150 kapal perang,
-
8 kapal selam,
-
62 kapal patroli,
-
13 fregat,
-
17 kapal penyapu ranjau.
Apabila proyek ini berhasil, Mesir diperkirakan akan menjadi kekuatan maritim dominan di Afrika Utara dan dunia Arab, sekaligus memperkuat kemandirian industri pertahanannya.
Your Comment